Kupas tuntas Novel "Cantik Itu Luka" by Eka Kurniawan

How's life, fellas?
Due to Covid19, I have many spare time and trying to rewrite my blog again after 4 years!
Hope this Covid pandemic will be end very soon!

Oke here we are, kita bakalan review isi novel "Cantik Itu Luka" karya salah satu penulis besar Indonesia, Eka Kurniawan. Ada yang belum maupun udah familiar sama beliau ini dong pastinya. Bang Eka ini lulusan Universitas Gajah Mada jurusan filsafat. Ini pertama kali aku baca novel beliau ya novel ini. 
Saya emang suka baca novel, tapi tidak suka yang berbau crime/horror, sukanya yang genre nya satire, romance, terus yang berlatar belakang sejarah. Kayaknya aku ada kelainan pengen mendalami sejarah tapi lewat novel, kan lebih seru. 
Jadi, aku beli novel "Cantik Itu Luka" disalah satu book store di Indonesia yaitu Gr*media. Dulu beli harga sekitar 170k'an. Ini novel sebenarnya uda rilis lama banget tapi aku baru beli pas udah remake sampulnya. Dulu sampulnya gadis cantik yang memiliki cirikhas wajah keturunan bule yang memakai kebaya, kalau yang baru lebih ke ilustrasi dengan warna dominan merah. Lebih cheerfull tapi disatu waktu juga sudah menggambarkan isi dari cerita itu sendiri. So, keseluruhan saya prefer yang sampul baru. Bukunya hardcover jadi tebel dan lebih bagus gitu kesannya.

Sumber : wikipedia.org/

First impression, ini novel gila banget. Sekalipun saya orang non sastra, tapi penulis bisa membawa kita membayangkan dan mendalami hasrat sastra yang tertuang didalamnya. Detail banget penceritaannya dan menurutku ini sebuah pencapaian yang besar banget mengingat ini novel pertama beliau (2002). Sembari baca, pembaca diajak mengimajinasikan segala cerita yang ada sehingga benar benar masuk didalamnya. Tapi novel ini menurutku R19, so buat yang dibawah 19 jangan coba coba ya. Novel ini luas banget penggambarannya, jadi tidak melulu menceritakan si karakter utama. Bisa dibilang semua karakternya memiliki porsinya masing masing. Untuk alurnya maju mundur, menceritakan asal mula "cantik itu luka" sendiri.

Diawali dengan roman gaib si tokoh utama "Dewi Ayu" peranakan Belanda-pribumi yang bangkit kembali dari kuburnya setelah 20 tahun meninggal. Dewi Ayu merupakan perempuan yang sangat cantik yang nasibnya buruk sehingga menjadi pelacur. Padahal awalnya dia bisa dibilang dari keluarga terpandang (keluarga belanda pada masanya). Dari sinilah cerita kemudian mundur disaat dia memiliki bayi/ anak keempatnya yang bernama si"cantik". Ironi sekali, bayi bernama si "Cantik" ini bahkan tidak cantik sama sekali tidak seperti ketiga kakanya. Dewi Ayu bosan memiliki bayi yang selalu cantik yang bahkan tidak tahu ayahnya. Sehingga selepas melahirkan pun dia tidak menengok si cantik maupun menyusuinya.

Kemudian pembaca dibawa kealur belakang kembali. Alkisah, seorang perempuan jawa yang elok parasnya bernama Ma Iyang ingin dijadikan gendik oleh salah satu keluarga belanda pada masa itu. Namun Ma Iyang sebenarnya sudah memiliki kisah asmara dengan Ma Gedik. Mau tak mau akhirnya Ma Iyang menjadi gendik dan melahirkan bayi keturunan belanda bernama Anneu Stamler, yang kemudian terlibat cinta terlarang dengan saudara seayah berbeda ibu (ibu belanda) yaitu Henry Stamler dan melahirkan Dewi Ayu. 
Dewi ayu beranjak dewasa menjadi gadis yang elok, namun siapa sangka setelah dia mengetahui kisah neneknya dan Ma Gedik dia malah ingin menikahi Ma Gedik yang sudah menjadi gila karena Ma Iyang. Baru menikah tetapi Ma Gedik yang dipaksa tersebut malah bunuh diri dari bukit dan mengutuk Dewi Ayu dan keluarganya. 

Keluarga Dewi Ayu hancur setelah Jepang menguasai Indonesia. Karena parasnya, dia dijadikan pelacur bersama wanita bangsawan belanda lainnya. Para pembaca disini benar benar diuji kepekaannya karena banyak adegan seks yang mungkin dianggap kotor namun menurut saya itu malah bagian dari sastra. Begitulah sastra, tidak hanya membawa kita pada imajinasi tetapi juga membolak balik apa yang ada didalam diri kita hingga kita bisa merasakan apa yang dirasakan Dewi Ayu yang dipaksa menjadi pelacur namun harus tetap hidup. Disini saya merasa terluka sekali merasakan kehidupan perempuan jaman dahulu yang dipaksa melayani lelaki bejat. Bang Eka menggambarkannya dengan sempurna. Alhasil dari pelacurannya, dia memiliki tiga orang putri yang tidak diketahui ayahnya. Ketiganya sangat cantik, hingga siapapun di halimunda menginginkannya. 

Anak pertamanya, Alamanda seorang gadis yang cantik namun memiliki perangai yang buruk. Dia sangat mencintai Kamerad Kliwon (Aktivitis PKI) namun karena kecorobohannya menolak keras cinta Shodanco, ia akhirnya diperkosa dan mau tak mau diperistri. Ada hal magis lain dalam kisah rumah tangga alamanda. Karena dia tidak ingin diajak berhubungan badan dengan suaminya dia memasang pelindung sehingga Shodanco tidak mampu memaksanya. Namun akhirnya dia luluh dan mampu menerima pernikahannya kemudian memiliki anak bernama Nurul Aini. Nurul Aini adalah anak ketiga, karena dua anak sebelumnya telah meninggal karena disumpah oleh Kamerad Kliwon yang berkata bahwa anak tersebut lahir bukan dari cinta orangtuanya.

Anak kedua, Adinda adalah seorang gadis yang baik. Benar benar baik yang akhirnya menikah dengan Kamerad Kliwon. Adinda ini karakter kesukaanku (hehe) karena anaknya baik dan jatuh cinta dengan Kamerad Kliwon yang bahkan sudah setengah gila karena ditinggal Alamanda namun Adinda berhasil menyembuhkannya. Adinda kemudian memiliki anak lelaki bernama Krisan.

Anak ketiganya, Maya Dewi menikah dengan Maman Gendheng pria yang berusia jauh lebih tua darinya. Maya menikah pada umur 12 tahun. Pada awalnya maman gendheng yang merupakan preman ini ingin menikahi Dewi Ayu namun oleh Dewi Ayu dinikahkan dengan putrinya. Maman ini menurutku juga pria yang baik baik. Dia ini tidak menyentuh Maya Dewi sama sekali hingga berumur 17 tahun (gentleman).  Namun begitu, dimasa penantiannya Maya Dewi benar benar setia dan melayani suaminya dengan baik sehingga maman gendheng benar benar merasa dicintai oleh istrinya yang masih belia tersebut. Dari pernikahannya dia dikaruniai anak bernama Rengganis yang sangat cantik. Bahkan paling cantik diantaranya gadis lainnya.

Dari sinilah kemudian pembaca diajak ke alur yang lebih maju lagi, yaitu alur percintaan cucu-cucu Dewi Ayu. Nur Aini diceritakan sebagai gadis yang baik, pintar, cantik. Krisan diceritakan sebagai lelaki yang jatuh cinta mendalam pada nur aini. Sedangkan Rengganis diceritakan sebagai gadis yang luar bisa molek, dengan tubuh yang bagus pula. Namun menurutku disini Rengganis ini diceritainnya sebagai gadis yang agak dungu gitu. Dia tidak bisa membedakan yang mana yang baik dilakukan ketika berhadapan dengan lelaki. Sehingga akhirnya dia mengalami nasib sial dengan disetubui oleh Krisan. Walaupun Krisan sangat mencintai NurAini tetapi dia hanyalah lelaki biasa yang tidak bisa menyimpan hasrat untuk bersetubuh dengan gadis cantik itu.

Rengganis akhirnya bersetubuh dengan Krisan di toilet sekolah. Yang kemudian oleh Krisan disuruh memberitahu semua orang bahwa yang menyetubuinya adalah sosok anjing bukanlah manusia. Maman Gendheng yang kalang kabut ingin mencari siapa yang telah menghamili putrinya pun akhirnya menikahkan putrinya dengan Kinkin, anak penjaga kuburan. Namun Rengganis yang tak tahan akhirnya kabur kedalam hutan. Nur Aini pun sakit dan meninggal. Krisan yang tak terima ditinggal oleh Nur Aini pun membobol kuburannya dan menyimpan mayatnya dikolong kamar. Menurutku penceritaan yang ini benar benar menantang banget. Bang Eka menceritakannya dengan gaya yang luwes namun horror dalam sekali waktu. Kita diajak menyusuri pemikiran Krisan yang depresi dan bingung serta campur aduk dengan rasa cintanya. 

Ada yang lebih membuat saya terheran heran, yaitu ketika Rengganis melahirkan bayinya dan malah membiarkannya jadi santapan ajak ajak (seperti anjing liar hutan). Ini yang saya tidak habis pikir dengan karakter Rengganis. Menurut saya memang benar kalau Rengganis ini hanya gadis cantik dengan tubuh bagus tapi isi otaknya mungkin kurang waras. Kemudian Rengganis pulang meminta Krisan untuk menikahinya. 

Tidak sampai situ, satire dan kebrutalan low impact ini terus berlanjut, kemudian Krisan bejanji akan menikahi Rengganis, ia kemudian membawa Rengganis dengan perahu ditengah lautan dan malah membunuh Rengganis disana. Sepulangnya Krisan baru menyadari bahwa dia gila telah membunuh Rengganis. Oleh seorang lelaki dia disarankan mencari seorang perempuan buruk rupa. Hingga bertemulah dia dengan si "cantik" perempuan buruk rupa yang selalu menunggu didepan rumah walau dihujat oleh tetangga yang bahkan tidak ingin melihatnya, ia tetap disana untuk menunggu sang "pangeran" yang akan menyelamatkannya. Singkat cerita akhirnya Krisan pun bersetubuh dengan cantik.

Alur kembali dibawa maju ke masa dimana Dewi Ayu bangkit dari kuburnya. Tengah malam dia selalu mendengar tempat tidur yang berbunyi. Simbok yang tinggal disitu bilang itu bunyi sicantik tapi Dewi Ayu menyangkal bahwa ia kenal dengan bunyi tersebut. Bunyi tersebut adalah bunyi ketika orang bercinta diatas kasur, hingga si cantik hamil. Akhirnya suatu hari pintu itu didobrak oleh Kinkin yang kemudian menembak Krisan hingga meninggal. End

Ini novel halamannya lebih dari 400. Penceritaannya secara mistis,gaib dengan roman yang dibalut oleh tragedi benar benar seperti nyata. Benar benar sebuah masterpiece Oleh Bang Eka. Maka saya tidak heran bila novel ini diterjemahkan kedalam banyak bahasa negara lain karena benar benar menarik dengan alur yang dalam dan tidak seperti novel roman lainnya yang dangkal. Dengan latar dijaman penjajahan hingga PKI, benar benar poin plus untuk mengetahui situasi yang terjadi pada masa itu. Saya hanya menceritakan sebagian besar alur cerita novelnya. Untuk pengalaman terbaik anda dalam memahami novel ini, anda harus membacanya dan dijamin tidak akan menyesal. 
Sekian dan terimakasih ^,^


Komentar